Di Mata PSI, Anies Baswedan Salah Terus
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah melakukan banyak hal di Jakarta. Tapi di mata para politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), seluruh yang dilakukan Anies itu tampaknya tidak ada yang benar. Kenapa bisa begitu?
Setidaknya, ada tiga hal yang paling sering dikritik PSI selama kepemimpinan Anies Baswedan yakni R-APBD DKI, banjir, dan Formula E. Kritiknya disuarakan melalui DPRD DKI maupun meramaikan cuitan di media sosial.
Kini, di saat pandemi corona terjadi, kritikan yang disampaikan anak buah Grace Natalie itu justru makin kencang mulai dari penyaluran bansos, PSBB, hingga penanganan terhadap kelompok tunawisma di Jakarta.
Terbaru, PSI lagi kencang menyoroti soal commitmentfee sebesar Rp560 miliar yang dikeluarkan pemerintah provinsi DKI untuk Formula E.
Anggota DPRD DKI Anthony Winza Probowo mendesak Anies menarik commitmentfee penyelenggaraan ajang balapan mobil listrik Formula E. Dia menyarankan Anies mengalihkan anggaran tersebut ke dana penanganan wabah virus corona mengingat nilainya cukup besar. Secara keseluruhan pemerintah provinsi DKI telah menyetor Rp560 miliar kepada penyelenggara.
"Pak Gubernur harus berani menarik kembali uang commitmentfee Formula E. Acara tahun 2020 tidak bisa dilaksanakan karena pandemi sehingga setidaknya bisa tarik dulu uang pembayaran Rp360 miliar," kata Anthony di Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, jika ada kejadian forcemajeure seperti pandemi Covid-19 yang membuat kontrak tidak dapat dilaksanakan maka pembatalan kontrak dapat dikerjakan dengan pengembalian uang.
"Saya belum melihat Pemprov DKI berusaha mengembalikan uang Formula E dengan memakai klausul forcemajeure ini," ujar sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI ini.
Jika Pemprov DKI lalai, lanjut Anthony, melakukan pemberitahuan tertulis maka uang commitmentfee bisa hangus dan sulit untuk dipertahankan dalam proses peradilan maupun arbitrase.
"Saya khawatir hal ini malah bisa menjadi kerugian daerah dan menjadi perkara di kemudian hari. Masyarakat sedang menderita dan mereka sudah Rapel pajak sehingga tidak elok rasanya jika pemerintah bikin crowdfunding. Jangan sampai ada kesan bahwa pemerintah provinsi DKI minta duit ke rakyat untuk pembagian bansos," sambungnya.
Partner Sindikasi Konten: DPR Merdeka
loading...
§
Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi Gerindra, M Taufik, punya penilaian terkait sikap keras kader PSI pada Anies. Menurutnya, selama ini kritikan PSI kepada Anies lebih didasari pada dendam politik.
"Ini si dendam saja memang dia (PSI). Tidak moveon dan cari-cari panggung, tapi enggak pernah kasih solusi," tegasnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurniasyah, menjelaskan desakan PSI justru dianggap masyarakat sebagai ego politik.
"PSI berisi anak-anak muda tapi tidak mencerminkan kelapangan pikiran pemuda. Sangat disayangkan apalagi hanya berdasar soal ketidaksukaan," jelasnya.
Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka
loading...
Sincery Berita Anies Baswedan
SRC: https://www.wartaekonomi.co.id/read284248/di-mata-psi-anies-baswedan-salah-terus
powered by Blogger News Poster
Comments
Post a Comment