Skip to main content

Rocky Gerung Sebut Sri Mulyani Peras Anies Baswedan, Sindir Staf Millenial Jokowi Kerjanya Merampok - Pos Kupang


Rocky Gerung Sebut Sri Mulyani Peras Anies Baswedan, Sindiran Staf Millenial Jokowi Kerjanya Merampok

Rocky Gerung Sebut Sri Mulyani Peras Anies Baswedan, Sindiran Staf Millenial Jokowi Yang Kerjanya Merampok

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Pengamat Rocky Gerung menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memeras Gubernur DKI DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penanganan Corona.

"Ibu Sri Mulyani memeras Anies Baswedan itu kaya emak-emak yang meminta Perulangan duit jajan yang udah dikasih untuk anaknya pagi-pagi. Kan duit jajan Rekan senegara itu ada di Anies dan segala macam. Ya udah lah biar Anies Lakukan Berhubungan dengan kemampuannya sendiri," kata Rocky Gerung.

Tidak hanya kepada Anies Baswedan, Rocky Gerung juga melihat uang jajan Rekan senegara ini ditagih Sri Mulyani kepada para gubernur.

"INi mau ditagih Perulangan kepada gubernur-gubernur. Kan dari awal itu kan. Sri Mulyani dari awasl nagih dari gubernur dan segala macam," tegas Rocky Gerung.

Rocky Gerung pun menganggap Sri Mulyani itu kebingungan.

"Sri Mulyani itu bingung sendiri. Karena sebagai kasir, dia tau mana balance kiri mana balance kanan. Dan dia dipaksa oleh kondisi, bahwa rezim ini tidak akan mengalami liquidity trap. menambah akan mengalami kemandegan ekonomi," ujar Rocky Gerung.

Rocky Gerung menjelakan Sri Mulyani memang dipasang buat memperlihatkan optimisme.

"Tetapi bahasa tubuhnya bahasa pesimisme. AKibatnya Kolong sadarnya keluar, ah gua peras dulu ya si Anies dan kepala daerah lain yang kaya-kaya" ujarnya.

"Sri Mulyani itu sepergi ibu yang kasih uang jajan anaknya, selalu anaknya belum sampai sekolah uang jajan telah diambil kembali, ya marah lah anaknya," tegas Rocky Gerung.

§

Selain menyoroti Sri Mulyani, Rocky Gerung juga mengkritik buruknya manajemen keterangan terkait dengan penanganan Corona di Indonesia oleh Istana.

Awalnya Hersubeno Arief menyampaikan bahwa Rocky Gerung termasuk orang yang masuk kriteria menambah layak untuk bekerja karena umurnya di atas 45 tahun.

"Anda termasuk orang yang menambah layak untuk bekerja menurut kriteria pemerintan," kata Hersubeno Arief.

"Saya menambah layak bekerja. Tapi lebih banyak lagi yang menambah layak di Istana yang di atas 50 tahun banyak yang menambah layak bekerja lagi," ujarnya.

Rocky Gerung pun menyebut Wakil Kepala Negara Maruf Amin.,

"Wapres tidak layak bekerja, Menko-menko menambah layak bekerja hahahaha. Jadi mereka suruh orang yang 45 tahun yang bekerja. Kalau saya memang menambah layak bekerja karena dari dulu saya nganggur gak bekerja ," kata Rocky Gerung.

"Tapi bahayanya kalau aturan itu diterapkan banyak di istana yang menambah bekerjalagi dong ya," kata Hersubeno Arief.

"Memang, logikanya begitu kan. Kalau dia 45 tahun mungkin ya 30 persen dan itu millenial seluruh tuh kan. jadi yang boleh bekerja tuh millenial. Millenial tuh yang kerjaannya merampok. Ajaib," sindir Rocky Gerung.

Ucapan Rocky Gerung seolah ditunjukkan kepada para staf Millenial Jokowi di Istana.

Seperti diketahui, du staf millenial Jokowi mundur setelah disorot karena terlibat konflik kepentingan.

§

Mereka adalah Andi Taufan Garuda Putra CEO Ruangguru Adamas Belva Delvara.

* Andi Taufan Mundur dari Jabatan Stafsus Presiden

Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri dari PreKata depan Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Pengumuman pengunduran diri Andi dari jajaran stafsus milenial diumumkan dalam sebuah surat terbuka yang ditandatanganinya pada Jumat (24/4/2020).

Surat pengunduran diri tersebut sudah dikonfirmasi dan dibenarkan oleh Andi Taufan.

"Perkenankan saya buat menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf DKI Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden," tulis Andi dalam surat itu.

Andi menyebutkan, pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan yang tulus buat dapat mengabdi secara penuh pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil.

Ia pun mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kepala Negara atas kepercayaan, pelajaran, dan nilai-nilai yang diberikan selama ini.

"Dalam kurun waktu tersebut, saya menyaksikan Otodidak bagaimana beliau adalah sosok pemimpin teladan yang bekerja keras Herbi tulus dan penuh dedikasi demi kebaikan semua masyarakat dan masa depan Indonesia," kata dia.

Namun, ia juga mengaku menambah luput dari berbagai kekurangan.

"Untuk itu, saya Rapel lagi mohon maaf dan akan berusaha semaksimal mungkin buat menjadi lebih baik," kata dia.

§

 Andi Taufan baru-baru ini tersandung polemik terkait konflik kepentingan.

Polemik itu muncul setelah dia menyurati para camat buat menitipkan perusahaannya PT Amarta Fintech dalam penanggulangan virus corona (Covid-19).

Setelah surat itu bocor ke publik, Andi meminta maaf dan mengaku sudah menarik surat yang dimaksud.

Selain Andi, belum lama ini CEO Ruangguru Adamas Belva Delvara juga mundur dari PreKata depan Staf Khusus Presiden.

Keputusan itu diambil usai penunjukan Ruangguru sebagai mitra program Kartu Prakerja menuai polemik. Sebab, Belva dinilai sarat konflik kepentingan Herbi posisinya saat itu sebagai Stafsus Presiden

* Adamas Belva Devara mengundurkan diri dari PreKata depan Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

"Pengunduran diri tersebut sudah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Kepala Negara tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan segera ke Presiden pada tanggal 17 April 2020," tulis Belva di akun Instagram miliknya, Selasa (21/4/2020).

Belva mengundurkan diri berkaitan Herbi terpilihnya Ruang Guru, perusahaan yang didirikan dan dipimpinnya, sebagai mitra program Kartu Prakerja.

Mengutip informasi Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), Belva menegaskan bahwa menambah ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam terpilihnya Ruang Guru.

Sebab, proses verifikasi seluruh mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku dan pemilihan mitra pun dikerjakan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.

"Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya menambah ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi mengenai posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan," kata dia.

"Yang menmemperoleh mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan semua jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19," ucap Belva.

Belva pun berterima kasih kepada Bapak Kepala Negara Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran dirinya.

Walau singkat, Belva Empati banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden.

"Saya Ikut merasakan betul bagaimana semangat Bapak Presiden Jokowi dalam membangun bangsa Berhubungan dengan efektif, efisien, dan transparan," kata dia.

"Sehingga di manapun saya Tidak beradab, di posisi apa pun saya bekerja, saya berkomitmen mendukung Kepala Negara dan Pemerintah untuk memajukan NKRI," ucap Belva.

Dalam tulisan itu, Belva juga menjelaskan, ia tidak mengurangi dapat merespons pertanyaan-pertanyaan media dalam beberapa hari terakhir karena ingin fokus dalam menyelesaikan persoalan ini terlebih dahulu.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com Berhubungan dengan judul "Belva Devara Mundur dari Staf Daerah Khusus Ibukota Presiden", https://nasional.kompas.com/read/2020/04/21/18470591/belva-devara-mundur-dari-staf-khusus-presiden.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com Berhubungan dengan judul "Andi Taufan Mundur dari Jabatan Stafsus Presiden", https://nasional.kompas.com/read/2020/04/24/11242621/andi-taufan-mundur-dari-jabatan-stafsus-presiden?page=all#page3


Artikel ini telah diterbitkan oleh kupang.tribunnews.com dengan judul Rocky Gerung Sebut Sri Mulyani Peras Anies Baswedan, Sindir Staf Millenial Jokowi Kerjanya Merampok - Pos Kupang.
Silahkan berbagi jika bermanfaat.

powered by Blogger News Poster

Comments

Popular posts from this blog

Pakar: Meski Anies Baswedan Banding UMP DKI Jakarta, Belum Tentu Banyak Membantu

Meski Anies Baswedan Banding UMP DKI Jakarta, Belum Tentu Banyak Membantu Suara.com - Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Kajian Politik Nasional Adib Miftahul memperkirakan, sulit bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mendapatkan hasil positif dari banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait Upah Minimum Provinsi (UMP). Sebelumnya, dalam sidang sebelumnya dimenangkan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Hal ini menurut Adib tidak lepas dari aturan perhitungan UMP wilayah tertentu yang sudah ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan. "Kebijakan pengupahan itu adalah sudah ada formulanya. Siapa yang punya formula? Kemenaker melalui Pemerintah Pusat kan gitu kira-kira. Makanya sudah bisa diprediksi, ini pasti susah," kata Adib dikutip dari Warta Ekonomi, Kamis (21/7/22). Menurut Adib, meski kalangan buruh mendesak Anies Baswedan untuk melakukan banding ke PTUN terkait UMP, kemungkinan hasilnya tidak jauh berbeda. Baca Jug...

Anies Baswedan Soal Citayam Fashion Week: Selama Belum Ada Surat Maka Tak Ada Larangan - Metro Tempo.co

Anies Baswedan Soal Citayam Fashion Week: Selama Belum Ada Surat Maka Tak Ada Larangan TEMPO.CO , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak melarang aksi remaja melakukan peragaan busana atau Citayam Fashion Week di Dukuh Atas atau dikenal sebagai kawasan berkumpul remaja berasal dari "Sudirman, Citayam, Bojonggede dan Depok" (SCBD). "Selama belum ada surat, maka tidak ada larangan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat, 22 Juli 2022. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tidak menjawab pertanyaan awak judge soal pertimbangan yang membahayakan karena diadakan di penyeberangan jalan. Adapun aksi remaja unjuk busana itu diadakan di penyeberangan jalan tepatnya di Jalan Tanjung Karang atau di jalur menuju Stasiun BNI City dan Terowongan Kendal di Dukuh Atas. Untuk itu, lanjut dia, kebijakan tidak diatur melalui komentar di consider, namun ditetapkan melalui keputusan. "Jadi tidak bisa, negara itu tidak mengatur lewa...

CEK FAKTA: Disinformasi Foto Anies Baswedan Main Bola Dikaitkan Pandemi Covid-19 | merdeka.com

  CEK FAKTA: Disinformasi Foto Anies Baswedan Main Bola Dikaitkan Pandemi Covid-19 Merdeka.com - Beredar foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang bermain bola bersama anak-anaknya di media sosial Facebook . Akun Facebook Mustafa Sarumbu mengunggah foto Anies dan anaknya sedang bermain bola pada 21 April 2020. Dalam keterangan foto tersebut, ditulis jika Anies sibuk bermain bola disaat pemerintah sedang melawan virus corona Covid-19. Berikut narasinya; Di tengah pemerintah sibuk melawan Corona Anies sibuk main bola dgn anaknya emang Anis nggak punya hati.. ©2020 Merdeka.com/ istimewa Penelusuran Hasil penelusuran Cek Fakta Merdeka.com, menemukan artikel medcom.id berjudul "[Cek Fakta] Gara-gara Foto Ini Anies Disebut tak Punya Hati? Simak Faktanya". Klaim bahwa Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan tidak memiliki hati karena sibuk bermain sepak bola bersama anaknya seperti foto di atas, adalah salah. Faktanya foto tersebut diabadikan...