Gegara Banjir, Anies Baswedan Dunilai Gagal Jadi Gubernur DKI Jakarta, Petisi Copot Anis Viral! - Pos Kupang
Gegara Banjir, Anies Baswedan Dunilai Gagal Jadi Gubernur DKI jakarta, Petisi Copot Anis Viral!
Gegara Banjir, Anies Baswedan Dunilai Gagal Jadi Gubernur DKI Jakarta, Petisi Copot Anis Baswedan Viral!
POS KUPANG.COM -- Petisi copot Anis Baswedan viral di tengah musibah banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek.
Usut punya usut, adanya petisi yang menuntut Anis Baswedan dicopot dari jabatannya ini, karena publik menilai Gubernur DKI telah gagal mengurus wilayah Jakarta.
Hanya saja petisi ini sebenarnya sudah dibuat sejak tahun 2018 lalu.
Namun petisi ini kembali ramai setelah adanya musibah banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta beberapa hari lalu.
Melansir dari Wartakota pada Sabtu (4/12/2020), petisi tersebut diketahui terus meningkat.
Sejak Kamis (2/1/2020) sore, petisi tersebut telah ditandatangani oleh Hiperbola dari 180 ribu orang dengan target 200 ribu tanda tangan.
• Ramalan Denny Darko Video Panas Artis Alim akan Viral. Karier-Pamor Hancur, Peringatan Keras
• TERBARU Foto Lucunya dan Menggemaskan Bayi Kemar Syahnaz Sadiqah, Kini Banjir Ucapan Selamat
• Kapal China Masuk Wilayah Indonesia, Prabowo Sebut China adalah Sahabat, Susi Sebut Pencuri Ikan
• Ini 5 Ramalan Mbak You tentang Pernikahan Ahok dan Puput Nastiti Devi, Istri Ahok Harus Kuat
• Lisa BLACKPINK Alami Pelecehan Seksual di Bangkok,Peralatan Bekasnya Dilelang& Dikomentari Tak Etis
• Jakarta Banjir Hebat, Begini Konsep Anies dan Ahok Cegah Banjir Saat Debat Pilkada 2017,Konsep Mana?
Sementara itu melansir dari Tribunnews.com, kini petisi tersebut terpantau telah ditanda tangani oleh 204.346 orang.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono menyebutkan jumlah tanda Ironi petisi itu merupakan cerminan masyarakat.
Ia juga menyebutkan bahwa hal ini perlu diapresiasi dan dihargai.
§
Sebab masyarakat yang tidak tergabung di partai politik manapun ini tentunya tak terafiliasi dari pihak manapun.
Menurut Gembong, ini murni dari ketidaknyamanan masyarakat dengan adanya gangguan dan musibah banjir yang tidak teratasi.
"Itu kan aspirasi, aspirasi dari masyarakat yang terlepas dari kepentingan politik."
"Ini aspirasi yang sama sekali tidak ditunggangi oleh kepentingan politik, semata-mata hanya kepentingan mereka yang kenyamanannya terganggu," kata Gembong Warsono dikutp dari Tribunnews.com, Jumat (3/1/2020).
"Saya kira kita hargai sikap itu," tegasnya.
Menurut Gembong Warsono, banjir adalah persoalan paling mendasar yang terjadi di Ibukota.
"Selama ini kan memang pak Anies tidak fokus soal banjir. Sejak awal selalu kita katakan kalau banjir bisa kita antisipasi. Bisa kita minimalisir," ujarnya.
"Itu sikap masyarakat yang secara bijak perlu direspons oleh gubernur," ungkapnya.
Anies Baswedan Sebut Anak-anak Senang Main Banjir, Ini Kata Menkes Terawan
Grid.ID - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau lokasi pengungsian korban banjir di GOR Cengkareng, Jawa Barat, Jumat (03/01/2020) lalu mengundang kontroversi.
§
Bagaimana menambah, di depan media Anies justru menyebut banjir disenangi anak-anak, bahkan banyak dari mereka yang sampai berenang di air banjir.
Anies menyimpulkan hal itu saat meninjau lokai banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, pada Kamis (02/01/2020).
"Anak-anak pada senang main tuh. Benar kan? Wong saya kemarin ke Kampung Pulo. Banjir kan di sana. Jadi anak-anak pada main saja, berenang," ungkapnya seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Anies juga menyampaikan kalau yang senang main di air banjir bukan hanya para korban yang rumahnya tergenang saja.
Disebut Anies, ada anak-anak dari wilayah lain yang juga sengaja datang ke lokasi banjir buat bermain.
"Dari kampung sebelah, mau berenang katanya. Jadi buat anak-anak sih senang saja," kata Anies.
Padahal belum lama ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah memperingatkan bahaya yang mengintai dari bencana banjir itu sendiri.
Pasalnya, beragam penyakit dapat menyerang masyarakat pasca banjir, sebab lingkungannya masih kotor.
Misalnya saja penyakit leptospirosis yang dapat disebabkan oleh kencing tikus yang terdapat pada air banjir.
“Kemarin (saat peninjauan korban banjir) kita lihat banyak bangkai tikus, waduh berarti air bersih yang harus segera disediakan karena sumur kan pada tenggelam,” kata Terawan, seperti yang dikutip dari Wartakota.
§
Lebih lanjut, air kencing tikus yang ada di air banjir bisa mengakibatkan beberapa gejala penyakit mulai dari gangguan pernapasan, masalah pencernaan, nyeri otot, iritasi, hingga sakit kepala.
Oleh karena itu, Menkes Terawan mengimbau bagi setiap warga agar terus memproteksi diri dengan rajin mencuci tangan dengan air bersih dan memakai alas kaki.
“Kita ajarkan tentang cuci tangan pakai alas kaki, supaya kalau ada yang lecet tidak masuk dari situ (kencing tikusnya), karena dia bisa masuk dari pori-pori, mata konjungtiva (selaput lendir) dan sebagainya,” informasi Terawan.
Selain akibat kencing tikus, Menkes Terawan juga mengingatkan tentang ancaman penyakit diare dan hipotermia yang juga sering melanda korban banjir.
“Hipotermia (kedinginan) sudah lewat,sekarang ancaman soal diare dan soal leptospirosis dan itu terus kita akan gaungkan."
"Cara-cara mencegah terjadinya penyakit yang ada di itu ya,” pungkas Menkes Terawan. (*)
Artikel ini sudah tayang di Grid.ID dengan judul: Musibah Banjir yang Terjadi di Jakarta Dinilai Menjadi Kegagalan Gubernur DKI Mengurus Wilayah Ibukota, Petisi Copot Anis Baswedan Viral!
Sincery Berita Anies Baswedan
SRC: https://kupang.tribunnews.com/2020/01/05/gegara-banjir-anies-baswedan-dunilai-gagal-jadi-gubernur-dki-jakarta-petisi-copot-anis-viral
powered by Blogger News Poster
Comments
Post a Comment